PERPUSTAKAAN DAPURNYA SEKOLAH,GLS PEMANTIKNYA, BOS KAYU BAKARNYA.
Orang Indonesia belum banyak yang gemar membaca. Jangankan suka membaca, minat saja masih sangat rendah. Menurut data statistik dari Unesco, Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara. Artinya tingkat literasi Indonesia sangat rendah.
Demikian pula halnya dengan warga SMPN 3 Rendang memang masih rendah daya bacanya,namun dengan adanya TIM GLS sudah mulai rajin datang ke perpustakaan tetapi mereka belum banyak yang membaca. Mereka baru sekitar 60% sudah terdaftar di Perpustakaan ,tapi belum sepenuhnya tertarik membaca bermacam-macam buku yang ada di perpustakaan termasuk pendidiknya.
Untuk memberdayakan membaca, perlu kita lakukan sebuah gerakan seperti gerakan literasi sekolah yang dipelopori oleh GLS. Hal ini sesuai dengan Per-mendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Salah satu kegiatan wajib yang tertera dalam re-gulasi itu adalah membaca selama 15 menit buku nonpelajaran setiap hari.
Untuk mengubah kebiasaan peserta didik dari tidak minat membaca di per-pustakaan menjadi kegiatan minat literasi,dalam hal ini perpustakaan berperan penting dalam menggerakkan kebiasaan peserta didik membaca dan menulis di perpustakaan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Seperti membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai dengan membaca buku non pelajaran. Perpustakaan menyediakan tempat dan buku agar minat dan keinginan peserta didik untuk membaca dapat ditingkatkan. Kegiatan ini diharapkan dapat diikuti oleh peserta didik sehingga mereka akan terbiasa membaca.
Kegiatan lain yang akan dilakukan seperti lomba cipta puisi dan poster. Lomba dengan tema ajakan untuk mengunjungi perpustakaan dan membaca buku. Lomba ini puncaknya akan diadakan pada bulan Oktober saat perayaan bulan bahasa yang akan diikuti oleh perwakilan dari setiap kelas. Hasil karya terbaik dapat ditampilkan di etalase perpustakaan dan diberi hadiah.
Selanjutnya perpustakaan mengadakan kuis. Setiap peserta mengambil undian soal dari stoples. Setiap paket soal terdiri dari lima nomor soal. Materi soal diambil dari buku referensi yang ada di perpustakaan. Peserta didik menjawab dengan cara mencari dan membaca buku referensi. Bagi yang dapat menjawab dengan benar akan mendapatkan poin. Pada akhir semester, sejumlah poin dapat ditukarkan dengan hadiah yang lebih besar seperti buku , dll.
Di samping itu perpustakaan akan merangking siapa pengunjung yang paling aktif membaca dan meminjam buku terutama buku-buku selain buku pelajaran kemudian diberi hadiah dan gelar pengujung paling aktif. Perpustakaan akan mewajibkan setiap kelas untuk mengunjungi perpustakaan dengan membuat jadwal kunjungan. Setiap peserta didik wajib meminjam buku kemudian menyusun resume di jurnal buku literasi yang disediakan.
Kegiatan ini jika diulang-ulang akan menghasilkan kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca ini akan menjadi landasan dari pengembangan koleksi. Faktor utama untuk menumbuhkan minat baca peserta didik adalah koleksi. Dengan kata lain peserta didik akan memutuskan apakah mereka akan membaca atau tidak setelah merasa nyaman dan puas dengan apa yang ditawarkan perpustakaan, dengan demikian Perpustakaan agar dianggarkan sesuai anggaran BOS.
Demikian besarnya manfaat perpusta-kaan, ibarat sebuah dapur,maka dana BOS adalah kayu bakarnya dan GLS adalah pemantiknya untuk bisa menyala mengobarkan semangat literasi,semangat gemar membaca untuk Indonesia maju, cerdas dan bermartabat (manixs)
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- LOGO APLIKASI BARU UNTUK BUKU SAKU DIGITAL
- Lomba MIPA dan menggambar Tingkat SD se-Kecamatan rendang
- Lomba PKTP, Selasa 17 September 2019
- Lomba Gerak Jalan Tk. Kecamatan Rendang
- Penghargaan dari Ibu Buparti Karangasem tahun 2019
Kembali ke Atas


